Ilmuwan Kurangi Kentut Sapi Untuk Cegah Bumi Makin Panas

Jakarta - Sendawa dan kentut sapi menyumbang 14% dari gas pemanasan global. Karenanya, para ilmuwan berpikir untuk mengurangi kentut sapi agar lebih ramah lingkungan.


Hewan ternak seperti sapi, domba, dan kambing, adalah hewan ruminansia atau pemamah biak dengan perut multi-bilik. Perut mereka membantu mencerna makanan melalui fermentasi dan penuh dengan bakteri penghasil gas metana.


Baca juga: Selamatkan Bumi, Penyedot CO2 Terbesar di Dunia Mulai Beroperasi


Dikutip dari The Sun, Senin (13/9/2021) setiap harinya, seekor sapi dapat menghasilkan 160 liter hingga 320 liter gas, yang memiliki 28 kali potensi pemanasan global CO2.


Saat ini para ilmuwan sedang mencari sapi-sapi yang menghasilkan metana paling sedikit dan mereka akan membiakkannya menjadi kawanan yang ada. Para ahli juga menguji pakan yang bisa mengurangi kentut hewan.


"Kami telah mengerjakan ini sejak 2015. Saat ini kami sedang membangun profil genomik untuk memilih ternak paling ramah karbon yang akan membuat perbedaan dalam jangka panjang," ujar Barrie Turner, dari Aberdeen Angus Cattle Society.


Selain kentut dan kotorannya yang menghasilkan metana, daging ternak sendiri sudah menyumbang masalah terkait pemanasan global. Pasalnya, dengan mengonsumsi lebih banyak protein hewani dan olahannya, kita menyumbang masalah yang berdampak pada kesehatan serta kerusakan lingkungan.


Sumber protein hewani, terutama daging merah dari sapi, memiliki jejak karbon sangat tinggi yang berdampak pada peningkatan emisi gas rumah kaca, hingga perubahan iklim.


Bagaimana bisa? Peternakan memerlukan lahan yang luas, sehingga pembangunannya sering mengakibatkan penggundulan lahan. Selain itu, hewan ternak memerlukan pakan dari tumbuhan dan menghabiskan banyak air. Berdasarkan data EAT, pertanian dunia saat ini menempati hampir 40% dari lahan global.


Konversi lahan untuk produksi makanan menjadi penyebab hilangnya keanekaragaman hayati. Produksi makanan hewani juga bertanggung jawab atas 30% emisi gas rumah kaca global dan 70% penggunaan air tawar.


Semua itu memperparah pemanasan global dan berkurangnya cadangan air tanah. Kerusakan planet akan sulit diatasi selama kita masih mengandalkan daging hewan ternak.


Baca juga: Apakah Manusia Akan Punah Akibat Perubahan Iklim?


Karenanya, mengurangi konsumsi daging akan membantu mengurangi permintaan produksi hewan ternak. Ini juga berarti akan ada lebih banyak lahan yang dapat digunakan untuk meredam gas rumah kaca, sehingga berkontribusi membuat Bumi lebih sehat.


Simak Video "37 Persen Orang di Dunia Meninggal karena Pemanasan Global"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)


sapi hewan ternak pemanasan global global warming


0 komentar


SHARE URL telah disalin


Berita Terkait


Transisi Singkat Perubahan Iklim 24 Ribu Terakhir, Mind Blowing!


Prediksi Suram Bill Gates Soal Nasib Perusahaan Minyak


Duh! Bill Gates Pesimis Kenaikan Suhu Bisa Ditekan


Seram! 6 Tanda Cuaca Ekstrem yang Kini Dianggap Biasa


Benarkah Manusia akan Punah Akibat Perubahan Iklim?


Alhamdulillah, Great Barrier Reef Alami Ledakan Pemijahan yang Ajaib


Dokter Ini Sebut Makan Kotoran Sapi Ampuh Bersihkan Tubuh dan Pikiran


Penduduk Makin Membeludak, Sri Mulyani Ungkap Dampak Ngerinya


Berita detikcom Lainnya


detikOto


Jadi, Kapan Honda Produksi Mobil Pesaing Raize-Rocky?


detikNews


Momen Tak Biasa Demo Buruh di Balkot: Teriakan 'Bencong'-Anies Lesehan


detikHealth


Biang Kerok Omicron di Hong Kong, 'Masker Egois' Ini Dilarang CDC Sejak 2020


detikFood


Mukbang Populer di India, Ada yang Lahap 4 Kg Nangka hingga 50 Omelet!


MU Resmi Tunjuk Ralf Rangnick Jadi Manajer Interim


detikTravel


Menikmati Panorama Lembang dari Gunung Putri


detikFinance


BUMN Kebanyakan Forum, Erick Thohir: Saya Pastikan Bongkar!


Dihujat, Pasangan Bercinta di Kuburan Paling Berhantu Demi Konten OnlyFans


#5
Debat Netizen Pemenang Ballon d'Or: Messi, Lewandoski, Salah, atau CR7?


Lihat Selengkapnya


Berita Terpopuler


#1
Ini Perbedaan Smart TV dan Android TV


#2
Basmi SMS Penipuan, Operator Kerahkan 'Senjata' Tercanggih


#3
Raksasa e-Commerce Galau Gegara Varian Corona Omicron


#4
Daftar HP Xiaomi yang Punya Fitur RAM Virtual untuk Dongkrak Performa


#5
Debat Netizen Pemenang Ballon d'Or: Messi, Lewandoski, Salah, atau CR7?
All right reserved


Kategori


News


Edukasi


Finance


Teknologi


Entertaiment


Sport


Sepakbola


Otomotif


Travel


Food


Health


Wolipop


DetikX


20Detik


Foto


Layanan


Pasang Mata


Adsmart


Forum


detikEvent


detikPoint


Trans Snow World


Trans Studio


Informasi


Redaksi


Pedoman Media Siber


Karir


Kotak Pos


Media Partner


Info Iklan


Privacy Policy


Disclaimer


Jaringan Media


CNN Indonesia


CNBC Indonesia


Haibunda


Insertlive


Beautynesia


Female Daily


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Kerja Hidroponik Rakit Apung Lengkap

Cara Menanam Sistem Hidroponik Substrat

Cara Mudah Menanam Dengan Sistem Aeroponik