Media Tanam Hidroponik Yang Perlu Diketahui
Membicarakan hidroponik erat hubunganya dengan media tanam. Media tanam dalam hidroponik memang hanya salah satu bagian yang terdapat dalam hidroponik tetapi memiliki peranan yang sangat penting karena salah menggunakan media tanam dapat berdampak pada hasil tanaman.
Dalam tulisan kali ini kita akan membahas mengenai macam macam media tanam yang banyak digunakan oleh kalangan penghodi maupun petani hidropnik. Media tanam yang digunakan biasanya seperti rockwool, hydroton, krikil, spons, arang sekam, perlite, dan sabut kelapa.
Dalam tulisan kali ini kita akan membahas mengenai macam macam media tanam yang banyak digunakan oleh kalangan penghodi maupun petani hidropnik. Media tanam yang digunakan biasanya seperti rockwool, hydroton, krikil, spons, arang sekam, perlite, dan sabut kelapa.
Arang sekam
Di Indonesia arang sekam sangat populer digunakan sebagai media tanam baik untuk hidroponik maupun tehnik budidaya yang lainya. Kepopuleran arang sekam karena mudah didapat dengan harga murah, seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan penghasil padi yang besar otomatis ketersediaan arang sekam melimpah.Arang sekam dibuat dari kulit padi yang dibakar sehingga terbentuk arang yang seteril dari bakteri. Arang sekam hanya dapat digunakan sekali saja akan tetapi penggunaan arang sekam sebagai media taman sangat baik untuk perkembangan tanaman.
Rockwool
Rockwool sudah populer digunakan oleh petani hidroponik Indonesia kerena media tanam yang satu ini memiliki beberapa kelebihan seperti penggunaan yang mudah dan dapat menyerap air dengan baik. Rockwool dibuat dari batuan basalt yang dipanaskan dengan suhu tinggi hingga meleleh dan membentuk serat serat halus. Bentuk rockwool seperti busa yang berserat halus serta ringan. Biasanya dijual dalam bentuk lembaran yang nantinya dapat dipotong sesua kebutuhan.Sabut Kelapa
Diluar negeri sabut kelapa biasa disebut sebagai cocopeat, dilihat dari namanya kita sudah tau bahwa media tanam ini pasti dibaut dari olahan sabut kelapa. Sabut kelapa dibersihkan dan dipotong potong sehingga mudah dalam penggunaanya. Sabut kelapa dapat menyerap air sangat baik sehingga akan memberikan kelembaban yang lebih pada tanaman. Sabut kelapa memiliki pH yang setabil dan normal antara 5,0 – 6,8. Sabut kelapa banyak dipilih karena memiliki banyak keunggulan dan mudah untuk memperolehnya.Selengkapnya baca disini
Referensi

Komentar
Posting Komentar