Hidroponik Solusi Lahan Pertanian Yang Semakin Sempit

Diera moderen seperti saat ini peradaban dan perkembangan teknologi yang semakin maju membuat pembangunan gedung dan jalan semakin menggusur lahan lahan yang dulunya hutan maupun lahan pertanian. Kita lihat saja kota kota besar seperti jakarta atau surabaya disana hampir tidak ada lahan pertanian yang memadai. Saat ini kebutuhan hasil pertanian ditopang oleh daerah disekitarnya yang telatif jauh.

Bukan hanya lahan yang sempit kendala pertanian wilayah perkotaan yaitu tingginya angka pencemaran limbah seperti limbah pabrik dan sampah. Kita lihat saja di sungai sungai besar ataupun kecil pasti banyak sampah dan warna air yang sangat tidak layak bahkan berwarna hitam pekat akibat pembuangan limbah pabrik ke sungai. Dalam pertanian sungai memegang peranan penting untuk irigasi sawah.

Awal Ditemukan Hidroponik

Pada tahun 1936 seorang ahli argonomi bernama Dr. WF Gericke membuat trobosan dalam bidang pertanian dengan membuat tanaman tomat setinggi 3 meter dengan buah lebat yang ditumbuhkan dalam bak air yang telah diisi larutan mineral. Yang diperlihatkan kepada para ahli yang lain dan kemudian para ahli memberi nama hidroponik. Penemuan ini merupakan penemuan yang luar biasa pada saat itu dan membuat Dr WF Gericke dinobatkan sebagai orang berjasa di abad 20.

Hidroponik Solusi Pertanian

Hidroponik sangat fleksibel ditempatkan pada lahan yang sempit seperti di perkarangan rumah. Dengan lahan yang sama dengan menggunakan hidroponik kita dapat menghasilkan jauh lebih banyak karen hidroponik dapat disusun keatas sehingga lebih hemat tempat. selain itu hidroponik juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga tanaman akan lebih cepat memperoleh hasil di banding pertanian di lahan sawah.

Selanjutnya baca Disini
 
Referensi
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Kerja Hidroponik Rakit Apung Lengkap

Cara Menanam Sistem Hidroponik Substrat

Cara Mudah Menanam Dengan Sistem Aeroponik